Jakarta NewsJoss – 10 September 2024 – Laga Kualifikasi World Cup antara Tim Nasional Indonesia dan Australia yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada hari Selasa lalu seharusnya menjadi ajang unjuk kebolehan bagi para pemain dan hiburan bagi para pecinta sepak bola Tanah Air. Namun, yang terjadi justru sebaliknya, laga ini diwarnai oleh tindakan tidak terpuji dari sebagian penonton yang menciptakan keonaran di dalam stadion.
Dalam laga yang dihadiri lebih dari 70.000 penonton itu, suasana mulai memanas ketika sejumlah penonton terlihat merokok di area tribun. Hal ini bukan hanya mengganggu kenyamanan penonton lain, tetapi juga melanggar aturan stadion yang melarang aktivitas merokok di dalam area pertandingan.
Ketidaknyamanan ini diperburuk oleh beberapa oknum penonton yang mulai membuat Ketidak nyamanna , baik dengan merokok maupun tindakan lainnya yang mengganggu jalannya pertandingan. , meskipun telah jelas dilarang.
Seorang penonton yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya, “Saya datang bersama keluarga untuk menikmati pertandingan ini, tetapi yang kami dapatkan malah suasana yang tidak nyaman. Banyak orang merokok, Ini sangat mengganggu, terutama bagi anak-anak yang ikut menonton.”
Menanggapi kejadian ini, pihak keamanan stadion yang terdiri dari aparat kepolisian dan pengamanan internal stadion berusaha meredam situasi dengan meminta penonton yang melanggar aturan untuk meninggalkan area stadion. Namun, upaya tersebut ternyata tidak sepenuhnya berhasil, dan kekacauan terus terjadi hingga pertandingan usai.
Kami sangat menyayangkan insiden ini. Niat kami memberikan akses gratis kepada masyarakat agar mereka bisa menikmati sepak bola dengan nyaman dan aman, tapi sayangnya, ada sebagian kecil yang justru menyalahgunakan kesempatan ini,” ujarnya Salah Seorang panitia
Ia juga menambahkan bahwa PSSI akan melakukan evaluasi mendalam terkait insiden ini dan tidak menutup kemungkinan akan memberlakukan kembali aturan ketat terkait tiket masuk pada pertandingan-pertandingan selanjutnya. “Kami akan mempertimbangkan kembali kebijakan Nonton gratis ini. Jika diperlukan, kami akan kembali memberlakukan pembelian tiket dengan harga terjangkau agar penonton lebih menghargai kesempatan menonton di stadion,” tambahnya.
Insiden ini pun menuai banyak tanggapan dari masyarakat, terutama di media sosial. Banyak yang mengecam tindakan tidak bertanggung jawab dari beberapa penonton yang merusak suasana pertandingan. Beberapa tokoh masyarakat dan pengamat sepak bola juga ikut bersuara, menyatakan keprihatinan mereka terhadap rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga ketertiban umum.
“Sangat disayangkan, di saat kita sedang berusaha membangun budaya sepak bola yang positif, ada saja segelintir orang yang merusak citra kita di mata dunia. Ini bukan hanya merugikan penonton lain, tetapi juga merugikan timnas yang membutuhkan dukungan moral dari para pendukungnya,” ujar seorang pengamat sepak bola nasional.
Dilansir dari Kabarbolaterbaru.com – Laga yang berakhir dengan skor imbang 0-0 ini seharusnya bisa menjadi momentum kebangkitan bagi Timnas Indonesia di bawah pelatih SHIN TAE-YONG. Namun, insiden yang terjadi di luar lapangan justru menjadi sorotan utama, mengaburkan prestasi para pemain yang telah berjuang keras di atas lapangan. Ke depannya, diharapkan ada perbaikan dari semua pihak agar insiden serupa tidak terulang dan sepak bola bisa kembali menjadi hiburan yang aman dan nyaman bagi semua kalangan.